Pusat Inovasi dan Kreativitas Kampus UNIKOM

Berita Hardware / Teknologi -->

Penggunaan komputer mungil atau biasa disebut single board computer beberapa tahun terakhir memang sedang marak digunakan. Terutama dalam dunia robotika dan juga pemrograman ringan. Kita mungkin telah mengenal Raspberry Pi, atau Arduino, atau komputer single board lainnya. Nah kini beredar lagi salah satu produk dari Raspberry, yaitu Raspberry Pi Zero.

pi-zero-0

Raspberry Pi Zero yang belum lama ini dari segi fisik sedikit mengalami perubahan, yaitu lebih ramping dan lebih pendek. Selain itu, terdapat juga prosesor dari Broadcom BCM2835, yang mana prosesor ini lebih cepat 40% dari Raspberry Pi generasi pertama.

Untuk RAM nya sendiri memang tidak sebanyak seperti Raspberry Pi 2, yaitu hanya sebesar 512MB dengan jenis RAM yang dipakai adalah LPDDR2. Ada juga 2 buah port micro USB yang digunakan sebagai input daya dan kepeluan data, sebuah port mini HDMI, dan slot micro SD. Tidak ketinggalan adanya 40 buah pin GPIO yang kompatibel dengan penggunaan aksesoris tambahan yang biasa digunakan di Raspberry Pi A+, B+, atau 2B.

pi-zero

Karena ukuran Raspberry Pi Zero ini lebih kecil, hanya berdimensi 65mm x 30mm x 5mm, yang mana ukuran ini tidak melebihi ukuran kartu kredit, maka tidak ada port Ethernet seperti seri Raspberry Pi lainnya. Sehingga untuk koneksinya bisa memanfaatkan dari port micro USB dengan menggunakan WiFi USB dongle.

Bagi yang masih bertanya, seberapa besar sih kemampuan dari Raspberry Pi yang memiliki ukuran kecil ini? Single board computer ini bisa digunakan untuk membuat home automation seperti, menyalakan lampu rumah melalui internet, atau membuka garasi secara otomatis yang dapat dibuka melalui smartphone, dengan mengakses melalui web, sehingga dapat dikendalikan jarak jauh. Atau menjadi server untuk media streaming di rumah.

Untuk harganya sendiri, Raspberry Pi Zero ini jauh lebih murah dibanding dengan single board computer yang saat ini beredar. Di beberapa situs, Raspberry Pi Zero dipatok harga sebesar 5 USD atau sekitar 70 ribu Rupiah. Untuk sistem operasinya, Raspberry Pi Zero ini dapat menjalankan Raspbian, seperti yang digunakan di perangkat Raspberry Pi lainnya.

Teknologi mSATA dimunculkan oleh Intel.  SSD yang ditancapkan pada slot mSATA menggunakan teknologi Intel Rapid Storage Technology, yang membuat SSD tersebut menjadi sebuah cache dalam kapasitas besar. Hal ini tentu akan membuat sebuah sistem yang menggunakan hard disk sebagai storage utama akan lebih kencang.

Saat ini, mSATA tidak lagi hanya digunakan sebagai cache drive saja. Pada beberapa notebook keluaran terbaru, mSATA sudah digunakan untuk menjadi drive utama untuk diinstalasikan sistem operasi. Sayangnya, tidak semua notebook yang memiliki slot mSATA sudah menyediakan SSD-nya. Untungnya, saat ini sudah banyak produsen SSD yang memproduksi dengan interface mSATA.

Berikut ini kami ingin memberikan teknik memasang SSD pada slot mSATA, caranya sebagai berikut :

1. Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah membuka notebook Anda. Hal ini harus Anda cari sendiri di internet karena perbedaan cara membukanya antara satu notebook dengan notebook lainnya.

2. Temukan slot mSATA pada notebook Anda. Jika ada baut didekat slot ini, ambillah terlebih dahulu. Slot mSATA berbentuk seperti gambar di bawah ini

Tutorial-mSATA-mSATA-Slot

 

 

 

 

 

 

 

3. Masukkan SSD mSATA Anda dengan hati-hati. Bagi beberapa orang yang memiliki jari tangan yang besar, hal ini kadang menyulitkan mereka.

Tutorial-mSATA-Memasukkan-SSD

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4. Cocokkan lubang yang ada pada port mSATA, jangan sampai terbalik. Setelah itu, dorong SSD dalam keadaan miring sampai port mSATA masuk dan tidak terlihat.

Tutorial-mSATA-Dilihat-dari-Samping

 

 

 

 

 

 

5. Setelah itu, tekan ke bawah dan tahan SSD tersebut. Anda akan melihat lubang baut yang ada dibagian bawah akan sama dengan lubang baut yang tersedia di notebook.

Tutorial-mSATA-Sekrup

 

 

 

 

 

 

6. Setelah itu, pasang dan kencangkan baut yang telah diambil sebelumnya. Pada kebanyakan notebook yang mendukung mSATA, baut yang disediakan hanyalah satu buah saja.

Tutorial-mSATA-Selesai

 

 

 

 

 

 

7. Selesai. Sekarang Anda tinggal melakukan setting pada BIOS dan sistem operasi Anda.

Tutorial-mSATA-Tekan-dan-tahan

BIOS atau Basic Input Output Sistem merupakan sebuah sistem yang dapat mengatur perangkat output dan input yang terhubung kepada motherboard. Dibawah ini merupakan gambar salah satu bentuk bios.

Award_BIOS_setup_utility

Cara masuk BIOS : Ketika menyalakan komputer langsung tekan delete (DEL) pada Keyboard.  BIOS akan terlewat apabila ketika kita menyalakan komputer tidak secara langsung menekan tombol delete dan untuk kembali ke BIOS maka kita haru mereset komputer kembali. Selang waktu antara dinyalakannya komputer dengan munculnya sistem operasi sangatlah cepat, tentunya kita harus bisa sigap untuk dapat masuk ke menu BIOS.

 

Kegunaan BIOS :

  1. Inisialisasi (penyalaan) serta pengujian terhadap perangkat keras (dalam proses yang disebut dengan Power On Self Test, POST)
  2. Memuat dan menjalankan sistem operasi
  3. Mengatur beberapa konfigurasi dasar dalam komputer (tanggal, waktu, konfigurasi media penyimpanan, konfigurasi proses booting, kinerja, serta kestabilan komputer)
  4. Membantu sistem operasi dan aplikasi dalam proses pengaturan perangkat keras dengan menggunakan BIOS Runtime Services.

 

 Update BIOS :

BIOS kadang-kadang juga disebut sebagai firmware karena merupakan sebuah perangkat lunak yang disimpan dalam media penyimpanan yang bersifat hanya-baca. Hal ini benar adanya, karena memang sebelum tahun 1995, BIOS selalu disimpan dalam media penyimpanan yang tidak dapat diubah. Seiring dengan semakin kompleksnya sebuah sistem komputer , maka BIOS pun kemudian disimpan dalam EEPROM atau Flash memory yang dapat diubah oleh pengguna, sehingga dapat di-upgrade (untuk mendukung prosesor yang baru muncul, adanya bug yang mengganggu kinerja atau alasan lainnya). Meskipun demikian, proses update BIOS yang tidak benar (akibat dieksekusi secara tidak benar atau ada hal yang mengganggu saat proses upgrade dilaksanakan) dapat mengakibatkan motherboard mati mendadak, sehingga komputer pun tidak dapat digunakan karena perangkat yang mampu melakukan proses booting (BIOS) sudah tidak ada atau mengalami kerusakan.

Oleh karena itu, untuk menghindari kerusakan (korupsi) terhadap BIOS, beberapa motherboard memiliki BIOS cadangan . Selain itu, kebanyakan BIOS juga memiliki sebuah region dalam EEPROM/Flash memory yang tidak dapat di-upgrade, yang disebut sebagai “Boot Block“. Boot block selalu dieksekusi pertama kali pada saat komputer dinyalakan. Kode ini dapat melakukan verifikasi terhadap BIOS, bahwa kode BIOS keseluruhan masih berada dalam keadaan baik-baik saja (dengan menggunakan metode pengecekan kesalahan seperti checksum, CRC, hash dan lainnya) sebelum mengeksekusi BIOS. Jika boot block mendeteksi bahwa BIOS ternyata rusak, maka boot block akan meminta pengguna untuk melakukan pemrograman BIOS kembali dengan menggunakan floppy disk yang berisi program flash memory programmer dan image BIOS yang sama atau lebih baik. Pembuat motherboard sering merilis update BIOS untuk menambah kemampuan produk mereka atau menghilangkan beberapa bug yang mengganggu.